KARAWANG -- Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa penguatan ekosistem halal di daerah memerlukan kerja terstruktur melalui kelembagaan yang jelas dan kolaborasi lintas sektor.
“LPH Hidayatullah hadir untuk memastikan proses pemeriksaan halal berjalan sesuai ketentuan dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat serta pemangku kepentingan di daerah,” ujar Muhammad Faisal dalam Seminar Halal yang digelar di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026).
Seminar Halal tersebut diselenggarakan oleh LPH Hidayatullah bekerja sama dengan Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Barat. Kegiatan ini mengusung tema “Peran LPH Hidayatullah dalam Meningkatkan Ekosistem Halal di Jawa Barat” dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan organisasi di tingkat wilayah.
Forum ini menjadi sebagai ruang sosialisasi, pertukaran informasi, dan penguatan peran lembaga halal dalam mendukung pengembangan ekosistem halal di daerah.
Selain Muhammad Faisal, seminar ini menghadirkan narasumber lain dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Barat. Cecep Ridwan, selaku Deputi Direktur Bank Indonesia KPW Jawa Barat, serta Alnopri Hadi sebagai Asisten Direktur Bank Indonesia KPW Jawa Barat, turut memberikan paparan sesuai dengan bidang dan kewenangan masing-masing.
Dalam rangkaian acara yang sama, panitia juga melaksanakan peluncuran tiga Halal Center di wilayah Jawa Barat. Ketiga pusat layanan tersebut masing-masing adalah Halal Center Priangan Bandung, Halal Center Ummul Quro Karawang, dan Halal Center Manarussalam Cirebon. Peluncuran ini menandai bertambahnya titik layanan halal yang diharapkan dapat mendukung proses pemeriksaan dan pendampingan sertifikasi halal di wilayah tersebut.
Kegiatan seminar dan peluncuran Halal Center ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, Dr. KH. Tajuddin Nur, Drs., M.Pd.I, hadir bersama perwakilan dari BPJS dan Kejaksaan Negeri Karawang. Kehadiran unsur pemerintah dan lembaga keagamaan tersebut mencerminkan dukungan lintas institusi terhadap penguatan layanan halal di daerah.
Selain itu, sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam juga turut mengikuti kegiatan ini. Organisasi yang hadir antara lain Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Persatuan Islam (Persis), Dewan Dakwah, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Islamic Center, dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI). Kehadiran berbagai elemen ormas Islam tersebut menunjukkan keterlibatan komunitas dalam pengembangan ekosistem halal yang lebih luas.
Peserta kegiatan juga berasal dari jajaran pengurus Hidayatullah. Pengurus Dewan Pengurus Wilayah dan Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah se-Jawa Barat hadir bersama unsur badan otonom dan amal usaha Hidayatullah, seperti Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Mushida, Pemuda Hidayatullah, SAR Hidayatullah, dan Pos Dai. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan lancar dengan Banyu Nugraha bertugas sebagai pembawa acara.
Melalui seminar ini, LPH Hidayatullah dan DPW Hidayatullah Jawa Barat dinilai menempatkan isu halal sebagai bagian dari agenda kelembagaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, lembaga keuangan, organisasi keagamaan, maupun masyarakat.
ARDILLAH ARRAHMAN


