Gfr8GSYiGSYoGfAiBSOlGUO9Gd==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Kehadiran LPH Hidayatullah di Makkah Halal Forum Tegaskan Peran Indonesia dalam Industri Halal Dunia


MAKKAH --
Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa keikutsertaan lembaganya dalam Makkah Halal Forum 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi lembaga sekaligus mempertegas peran Indonesia dalam percaturan industri halal global. 

Ia menyampaikan bahwa forum internasional tersebut menjadi ruang penting untuk memperluas jejaring dan memastikan bahwa sistem pemeriksaan halal yang dijalankan selaras dengan standar nasional dan internasional. 

Faisal mengatakan Makkah Halal Forum 2026 ketiga ini menjadi momentum penting bagi LPH Hidayatullah untuk memperluas kolaborasi internasional dan memastikan bahwa sistem pemeriksaan halal yang pihaknya jalankan sesuai dengan standar halal nasional serta internasional. 

"Dan kami ingin menghadirkan layanan sertifikasi halal yang profesional, kredibel, dan terpercaya, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam ekosistem halal dunia,” kata Faisal dalam keterangannya diterima media ini, Kamis, 1 Ramadan 1447 (19/2/2026). 

Tim LPH Hidayatullah menghadiri Makkah Halal Forum 2026 yang berlangsung pada 14–16 Februari 2026 di Makkah Chamber Exhibition and Events Center, Arab Saudi. Forum ini diselenggarakan di bawah naungan Kementerian Perdagangan Arab Saudi dan menjadi edisi ketiga sejak pertama kali digelar. 

Mengusung tema “Halal as a Professional Industry,” forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator, lembaga sertifikasi halal, pelaku industri, akademisi, investor, serta perwakilan pemerintah dari lebih dari 16 negara, termasuk Indonesia.

Partisipasi LPH Hidayatullah dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan internasional dan meningkatkan kualitas layanan pemeriksaan halal. Keterlibatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran terhadap praktik terbaik pengelolaan lembaga halal di tingkat global. 

Dalam rangkaian kegiatan forum, tim LPH Hidayatullah mengikuti berbagai sesi diskusi yang membahas harmonisasi standar halal internasional, digitalisasi sistem sertifikasi halal, penguatan industri halal, serta peluang kerja sama lintas negara dalam pengembangan ekosistem halal global.

Muhammad Faisal menyampaikan bahwa forum tersebut memberikan kesempatan untuk membangun komunikasi langsung dengan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam industri halal internasional. 

“Alhamdulillah, selama dua hari kami di acara Makkah Halal Forum ini, banyak ketemu dengan para pelaku usaha lintas negara, konsultan, lembaga pemeriksa, akademisi dan perwakilan pemerintah," katanya. 

Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana pertukaran pengetahuan sekaligus penguatan kemitraan lintas negara yang bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap potensi industri halal serta memperluas peluang investasi di sektor tersebut. 

Kolaborasi Kuatkan Ekosistem Halal Dunia

Disamping itu, kehadiran berbagai entitas pemerintah, badan semi-pemerintah, sektor swasta, dan organisasi internasional dinilai menjadikan forum ini sebagai platform strategis dalam pengembangan industri halal secara global.

"Dan tentu kami banyak belajar sekaligus mengajak semua untuk berkolaborasi dalam menguatkan ekosistem halal dunia,” kata Faisal.  

Bagi LPH Hidayatullah, keterlibatan dalam forum internasional ini menjadi bagian dari langkah untuk meningkatkan kapasitas lembaga, termasuk dalam penguatan kompetensi auditor halal dan penyempurnaan sistem pemeriksaan halal. 

Faisal menjelaskan bahwa perkembangan industri halal global menuntut lembaga pemeriksa halal untuk terus beradaptasi dengan perubahan, termasuk dalam aspek teknologi, transparansi, dan harmonisasi regulasi internasional.

Dia menambahkan, keikutsertaan LPH Hidayatullah juga menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia pada tahun 2030. 

Dengan mengikuti perkembangan regulasi dan standar global, Faisal berharap, lembaganya terus memastikan bahwa layanan pemeriksaan dan sertifikasi halal dilakukan secara profesional sesuai prinsip syariah, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam industri halal global yang terus berkembang.

Type above and press Enter to search.