Gfr8GSYiGSYoGfAiBSOlGUO9Gd==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Simposium Internasional 2026 Tegaskan Posisi Indonesia dalam Ekosistem Halal Global


JAKARTA --
Dalam forum Simposium Halal Internasional 2026 ditegaskan bahwa dalam dua dekade terakhir industri halal global tumbuh pesat dan bernilai triliunan dolar AS, sementara Indonesia mencatat pencapaian signifikan dalam sertifikasi halal nasional yang dinilai menjadi fondasi penting menuju kepemimpinan halal dunia. 

Penegasan tersebut mengemuka dalam rangkaian diskusi yang berlangsung pada International Halal Symposium 2026 di Menara Syariah PIK 2, Banten.

International Halal Symposium 2026 menjadi ajang pertemuan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan ekosistem halal. 

Forum ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, regulator, akademisi, serta pelaku industri halal dari berbagai sektor. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan luasnya spektrum pembahasan yang diangkat dalam simposium berskala internasional ini.

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa posisi Indonesia dalam industri halal global tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar konsumen dan penyelenggara sertifikasi. 

Simposium ini menyoroti langkah Indonesia untuk mengembangkan peran yang lebih luas dalam ekosistem halal melalui penguatan nilai, etika, serta tata kelola yang terintegrasi dalam kebijakan dan praktik industri.

Simposium Halal Internasional 2026 juga menegaskan bahwa halal tidak semata dipahami sebagai pemenuhan aspek administratif. Dalam konteks forum ini, halal diposisikan sebagai bagian dari pendekatan pembangunan yang menekankan kepemimpinan etis serta keberlanjutan. Pendekatan tersebut disampaikan sebagai bagian dari kerangka diskusi yang berkembang selama kegiatan berlangsung.

Industri Halal Dunia Capai Skala Triliunan Dolar

Dalam paparan yang disampaikan di forum tersebut, disoroti pertumbuhan industri halal global yang berlangsung selama dua dekade terakhir. Nilai industri halal dunia disebut telah mencapai skala triliunan dolar AS. 

Dalam periode yang sama, Indonesia disebut mencatat perkembangan signifikan dalam penyelenggaraan sertifikasi halal nasional, yang menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam simposium.

Ruang lingkup industri halal yang dibahas dalam Simposium Halal Internasional 2026 mencakup berbagai sektor. Selain makanan dan minuman, pembahasan juga meliputi sektor farmasi, layanan kesehatan, keuangan syariah, logistik, pariwisata, kosmetik, serta berbagai aspek gaya hidup. Perluasan cakupan ini disampaikan sebagai gambaran perkembangan ekosistem halal yang semakin kompleks.

Dalam konteks kebijakan nasional, forum ini juga menyinggung penguatan kewajiban sertifikasi halal yang direncanakan berlaku secara lebih luas pada tahun 2026. 

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong percepatan sertifikasi, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang memiliki peran besar dalam struktur perekonomian nasional.

Melampaui Target Awal

Ketua Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Ahmad Haikal Hasan, dalam keterangannya yang dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV pada Kamis, 22 Januari 2025, menyampaikan perkembangan capaian sertifikasi halal di Indonesia. 

Haikal menyebutkan bahwa sejak diberlakukannya kebijakan halal mandatori, jumlah sertifikasi halal yang berhasil diterbitkan telah mencapai 11 juta, melampaui target awal yang ditetapkan.

Dalam pernyataan yang sama, Ahmad Haikal Hasan menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan penerimaan yang luas terhadap kebijakan halal di Indonesia. 

Ia menyampaikan bahwa perkembangan tersebut tidak semata dilihat sebagai pencapaian numerik, melainkan sebagai indikasi bahwa konsep halal telah diterima dan diterapkan secara luas dalam kehidupan masyarakat.

Simposium Halal Internasional 2026 menjadi wadah penyampaian data, capaian, serta arah kebijakan yang berkaitan dengan industri halal di Indonesia. Melalui forum ini, berbagai pihak memaparkan perkembangan sertifikasi, perluasan sektor halal, serta kerangka penguatan ekosistem halal nasional dalam konteks industri halal global.

HASMAN DWIPANGGA

Type above and press Enter to search.