JAKARTA -- Agricultural Counselor USDA Foreign Agricultural Service, Lisa Ahramjian, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi halal Indonesia menjadi prioritas utama dalam setiap promosi produk pertanian Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Lisa dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Senin, 26 Januari 2026, seiring penyelenggaraan festival Rasa Amerika.
“Kami bekerja sangat dekat dengan BPJPH, dan semua produk yang ditampilkan di Rasa Amerika telah mematuhi persyaratan halal. Tidak akan ada produk non-halal dalam festival ini,” ujar Lisa dalam kesempatan tersebut.
Festival Rasa Amerika digelar oleh Pemerintah Amerika Serikat di Mal Sarinah, Jakarta, pada akhir pekan yang sama. Kegiatan ini menampilkan berbagai produk pertanian dan pangan asal Amerika Serikat kepada publik Indonesia.
Penyelenggaraan festival berlangsung di tengah besarnya pasar konsumen Muslim di Indonesia, sehingga aspek kehalalan produk menjadi salah satu fokus utama dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Departemen Pertanian Amerika Serikat melalui USDA memastikan bahwa seluruh produk yang dipamerkan dalam festival tersebut telah memenuhi standar halal nasional Indonesia.
Lisa menjelaskan bahwa kepastian tersebut diperoleh melalui kerja sama yang dilakukan secara intensif dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan produk terhadap regulasi yang berlaku sebelum dipromosikan kepada konsumen.
Menurut Lisa, pendekatan tersebut mencerminkan komitmen Amerika Serikat dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan ketentuan pasar Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa setiap inisiatif promosi produk pertanian AS selalu mempertimbangkan aspek regulasi lokal, termasuk ketentuan halal yang berlaku secara nasional.
Selain festival tersebut, Lisa juga menyampaikan informasi mengenai rencana pelaksanaan USDA Agribusiness Trade Mission ke Indonesia. Misi dagang ini dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 5 Februari 2026 dan akan melibatkan sekitar 85 perusahaan asal Amerika Serikat. Salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah mendorong peningkatan akses produk pertanian AS yang telah bersertifikasi halal ke pasar Indonesia.
“Kami ingin memfasilitasi lebih banyak produk halal dari Amerika Serikat ke Indonesia. Rasa Amerika dan misi dagang ini kami rancang sebagai dua inisiatif yang saling mendukung,” kata Lisa. Ia menjelaskan bahwa festival dan misi dagang tersebut dirancang untuk memperluas pemahaman pasar sekaligus mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara.
Perkuat Hubungan Pertanian Bilateral
Dalam penjelasannya, Lisa juga menyoroti bahwa kerja sama pertanian antara Amerika Serikat dan Indonesia tidak hanya berfokus pada aspek perdagangan dan hubungan pertanian bilateral kedua negara. Ia menyebutkan, juga adanya kerja sama dalam bentuk transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas di berbagai sektor pertanian.
Lisa mencontohkan sektor unggas di Indonesia yang memanfaatkan bahan pakan impor dari Amerika Serikat. Dalam kerja sama tersebut, industri AS memberikan pelatihan teknis terkait penggunaan pakan agar proses produksi unggas di Indonesia dapat berlangsung lebih efisien dan berkelanjutan. Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari praktik kerja sama yang telah berjalan.
Pendekatan serupa, menurut Lisa, juga diterapkan pada komoditas gandum dan kedelai. Ia menjelaskan bahwa industri kedelai Amerika Serikat menjalin kerja sama langsung dengan produsen tempe di Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup berbagi teknik produksi yang bertujuan meningkatkan kualitas hasil tanpa mengubah karakter lokal produk.
“Industri kedelai AS bekerja sangat dekat dengan produsen tempe di sini. Mereka berbagi teknik yang membantu meningkatkan kualitas produksi. Dan saya harus akui, orang Indonesia memang sangat ahli membuat tempe,” ujar Lisa.


