
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 sebagai Penguat Kolaborasi Ekonomi Halal Global (Foto: halalexpoindonesia/ Instagram)
JAKARTA -- Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kementerian Luar Negeri, Ary Aprianto, menegaskan bahwa D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diposisikan sebagai katalis diplomasi ekonomi Indonsia.
Selain itu, dia mengapresiasi forum ini sebagai titik awal kolaborasi strategis yang memperkuat posisi negara-negara Developing-8 di peta ekonomi halal global, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi halal dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka peluncuran resmi D-8 Halal Expo Indonesia 2026 yang dirancang sebagai bagian dari penguatan kerja sama ekonomi halal antarnegara anggota D-8.
Peluncuran tersebut dilakukan di tengah meningkatnya peran ekonomi halal dalam perdagangan internasional. D-8 Halal Expo Indonesia 2026 direncanakan berlangsung pada 14 hingga 18 April 2026 di Senayan Tennis Indoor, Jakarta.
Kegiatan ini dijadwalkan sebagai side event Konferensi Tingkat Tinggi D-8 2026, sehingga menjadi bagian dari rangkaian agenda resmi kerja sama negara-negara berkembang yang tergabung dalam forum D-8.
Dalam keterangannya, Ary menyebut D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diproyeksikan sebagai ajang yang melibatkan pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor ekonomi halal.
"Indonesia mengambil peran sebagai tuan rumah sekaligus penggagas platform kolaborasi yang mempertemukan kepentingan perdagangan, investasi, dan regulasi halal lintas negara," katanya.
CEO SkyConnection, Aryo Wibisono, menjelaskan bahwa penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dirancang dengan pendekatan ekosistem menyeluruh yang berorientasi pada hasil bisnis yang terukur.
“Kami mengusung pendekatan ekosistem end-to-end dengan business matching yang ketat dan terkurasi, sehingga setiap pertemuan dapat melahirkan kesepakatan konkret yang berdampak bagi stabilitas ekonomi negara-negara anggota,” ujar Aryo dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta.
Aryo menyampaikan bahwa penyelenggara menargetkan partisipasi sekitar 100 perusahaan dalam expo tersebut. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen berasal dari pelaku usaha Indonesia, sementara 40 persen lainnya berasal dari negara-negara anggota D-8 serta mitra internasional lainnya. Komposisi ini dirancang untuk mendorong interaksi bisnis lintas negara dalam ekosistem halal.
Peluncuran D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dihadiri oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan ekonomi halal dari tingkat nasional dan global. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan keterlibatan lintas sektor dalam mendukung pengembangan kerja sama ekonomi halal.
Dukungan Berbagai Pihak
Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidiyasa, menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan expo ini. Ia menyampaikan bahwa penguatan rantai nilai halal merupakan arahan yang disampaikan Presiden selaku Ketua KNEKS dalam KTT D-8 sebelumnya di Mesir.
“Expo ini menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk memfasilitasi pelaku usaha membangun jaringan ekonomi halal global, menarik investasi, dan memperkuat rantai nilai halal terintegrasi,” kata Putu.
Putu juga memaparkan data ekonomi negara-negara anggota D-8. Nilai ekonomi negara D-8 saat ini tercatat sekitar 150 miliar dolar Amerika Serikat dengan target peningkatan menjadi 500 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030. Total produk domestik bruto negara-negara D-8 mencapai sekitar 5,1 triliun dolar Amerika Serikat dengan populasi sekitar 1,28 miliar jiwa dari total sekitar 2 miliar penduduk Muslim dunia.
Dari kalangan dunia usaha, Ketua Komite Tetap ICCD dan D-8 Kadin, Mohamad Bawazeer, menyampaikan bahwa D-8 Halal Expo Indonesia 2026 membuka peluang akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional dan regional. I
Bawazeer menyebut kegiatan ini sebagai ruang pertemuan antara pengusaha Indonesia dan negara anggota D-8 dalam memenuhi kebutuhan produk halal global.
Dalam konteks global, Aryo menyebut penyelenggaraan expo ini berlangsung di tengah tantangan fragmentasi perdagangan, dinamika geopolitik, serta gangguan rantai pasok energi dan pangan.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 dirancang melibatkan sektor pangan, kosmetik, farmasi, manufaktur, teknologi digital, keuangan syariah, dan pariwisata ramah Muslim sebagai bagian dari kerja sama ekonomi halal antarnegara anggota D-8.

