Gfr8GSYiGSYoGfAiBSOlGUO9Gd==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Promosi Pariwisata Korea Selatan Kenalkan Layanan Wisata Halal Muslim-Friendly

Salah satu instalasi di acara WOW Korea yang menawarkan makanan halal Korea (Foto: Fergi Nadira/ Honorary Reporters Korea.net)

BEKASI --
Festival Wow Korea: Muslim-Friendly K-Travel with Kingdom Friends yang diselenggarakan di Pakuwon Mall Bekasi menjadi bagian dari agenda promosi pariwisata Korea Selatan kepada wisatawan Muslim di Indonesia. 

Direktur Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta, Kim Ji Sun, menyampaikan keyakinannya bahwa acara ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung sekaligus meningkatkan minat wisata ke Korea secara menyeluruh. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat festival berlangsung di Bekasi pada Jumat malam, 23 Mei 2025.

Melalui penyelenggaraan festival ini, Korea Selatan memperkenalkan pengembangan destinasi dan layanan wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim. 

Korea Tourism Organization menghadirkan informasi mengenai fasilitas pendukung pariwisata yang kini menjadi salah satu fokus penguatan sektor wisata di negara tersebut. Pendekatan ini ditujukan untuk menjangkau berbagai lapisan wisatawan internasional, termasuk wisatawan asal Indonesia.

Perluas Promosi Pariwisata Korea Selatan

Kim Ji Sun menjelaskan bahwa pada tahun 2025 KTO menjalankan misi memperluas promosi pariwisata Korea Selatan ke sejumlah kota besar di Indonesia. Bekasi dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan karena tingginya minat masyarakat terhadap budaya Korea. 

Festival ini, jelas Kim, menjadi sarana pengenalan destinasi wisata serta layanan yang dapat mendukung kenyamanan wisatawan Muslim selama berada di Korea Selatan.

Festival Wow Korea: Muslim-Friendly K-Travel with Kingdom Friends berlangsung selama tiga hari dan menghadirkan beragam aktivitas. Pengunjung dapat menemukan stan kuliner K-Food halal serta memperoleh informasi mengenai restoran ramah Muslim, khususnya di kawasan Itaewon, Seoul. 

Selain itu, rangkaian acara juga diisi dengan berbagai atraksi budaya, antara lain demonstrasi taekwondo, penampilan penyanyi Brisia Jodie, pertunjukan K-pop Dance Cover, serta lokakarya bertajuk Color for You bersama Miss Chaebin.

Bagi pengunjung Muslim, festival ini menyediakan akses informasi yang berkaitan dengan kebutuhan perjalanan wisata. Melalui instalasi interaktif, pengunjung dapat memperoleh keterangan mengenai lokasi masjid, pilihan makanan halal, serta contoh rencana perjalanan wisata ramah Muslim di Korea Selatan. 

Salah satu area stand yang mendapat perhatian pengunjung adalah penyajian informasi tentang Seoul Central Mosque dan rekomendasi restoran halal di sekitarnya yang tercantum dalam daftar Korea Tourism Organization.

Selain pameran dan edukasi wisata, kompetisi Random Play Dance menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian pengunjung. Lebih dari 40 peserta tercatat mengikuti kompetisi tersebut dengan menampilkan koreografi dari berbagai lagu K-pop. 

Data Wisatawan Indonesia ke Korsel

Korea Tourism Organization juga menyampaikan data mengenai perkembangan kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan. 

Pada kuartal pertama 2025, jumlah wisatawan asal Indonesia tercatat meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Penyelenggaraan festival di Bekasi dilakukan sebagai bagian dari upaya menjangkau pasar wisata budaya dan wisata keluarga. Festival ini berlangsung hingga 25 Mei 2025 dan terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut disampaikan informasi mengenai keberadaan komunitas Muslim di Korea Selatan. Panitia stand menyampaikan bahwa terdapat warga Korea yang memeluk Islam setiap bulannya. 

Pelayan di stand juga menjelaskan bahwa ketertarikan awal sebagian mualaf muncul dari pengalaman mendengar azan, yang kemudian berlanjut pada proses belajar shalat, mengaji, hingga pengucapan syahadat.

FERGI NADIRA

Type above and press Enter to search.